Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots
You are here:  / Gaya Hidup / Menyusuri Damai Kampong Glam di Tengah Sibuknya Singapura

Menyusuri Damai Kampong Glam di Tengah Sibuknya Singapura

Abraham Utama, CNN Indonesia

Minggu, 18/12/2016 16:48 WIB

Artikel belum tersedia

Masjid Sultan merupakan bangunan penting di Kampung Glam, Singapura. Rumah ibadah ini dibangun Sultan Hussain Shah tahun 1824, persis di sebelah istananya.
Kampong Glam adalah titik lebur masyarakat berlatar belakang Arab dan Melayu di Singapura. Kios parfum khas Timur Tengah pun tersebar di sejumlah titik kawasan itu.
Puluhan toko mungil di Haji Lane menjajakan produk ‘indie’, mulai dari busana, furnitur, onderdil sepeda, peralatan bela diri muay Thai, hingga pernak-pernik unik berlabel do it yourself.
Selain butik, restoran fine dining dan kedai casual dining juga tersebar di Haji Lane. Tempat makan itu menerapkan konsep kekinian, seperti nuansa industrial bertabur mural.
Haji Lane adalah jalan yang lebarnya tak lebih dari delapan meter dan membentang sekitar 500 meter. Kendaraan bermotor dilarang melintas di kawasan ini jelang siang dan sangat memanjakan pejalan kaki.
Di Kampong Glam, terutama Haji Lane, penuh dengan mural artistik. Seluruh gambar dituangkan ke dinding secara legal. Di Singapura, melukis grafiti tanpa izin diganjar sanksi pidana.
Segelas es teh tarik yang dijajakan peranakan Arab-Melayu merupakan pelepas dahaga yang tepat setelah menjelajahi sejarah dan keindahan Kampong Glam.
Mural dan grafiti yang tersebar di sudut-sudut Kampong Glam menjadi lokasi favorit turis untuk mengabadikan momen.