Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots
You are here:  / Hiburan / ‘Rogue One: A Star Wars Story’: Hadirkan Pengalaman Sinematik

‘Rogue One: A Star Wars Story’: Hadirkan Pengalaman Sinematik

Jakarta, CNN Indonesia — Meski menjadi film lepas dari seri Star Wars, Rogue One: A Star Wars Story dibuat, dengan penuh kesadaran, untuk fans setianya.

Gareth Edwards (yang pernah membuat Godzilla) sebagai sutradara menghadirkan berbagai penanda ikonik Star Wars di film ini, yang akan membuat senyum kecil atau menyenggol ingatan akan seri pertama hingga yang terakhir. Senyum itu akan tersungging begitu para pemeran ikonik seperti Darth Vader dengan light saber, dan atau barisan Stormtroopers muncul di layar.

Dan senyum tersebut akan menjadi lebar ketika sampai pada satu adegan yang menjadi penyambung di mana kisah ini berada.

Rogue One: A Star Wars Story mengambil latar waktu setelah Episode III, saat pemusnahan Jedi, dan di saat seluruh Jedi yang tersisa pergi bersembunyi. Masa di mana Obi-Wan dan Yoda belum kembali. Di saat itu, warga biasa harus memberanikan diri, dan menunjukkan sisi pahlawan mereka. Dari warga biasa itulah, muncul karakter utama di film ini, yakni Jyn Erso (yang dimainkan dengan ekspresif oleh Felicity Jones).

Jyn Erso  kecil mesti terpisah dari ayahnya Galen Erso (Mad Mikkelsen) ketika berhadapan dengan tokoh antagonis Orson Krennic (Ben Mendelson). Ia kemudian dirawat oleh tokoh pemberontak ekstrimis, Saw Gerrera (Forest Whitaker).

Beranjak dewasa, Jyn Erso dan sekumpulan pemberontak dipersatukan keadaan, dan menemukan diri mereka melawan Empire. Ia tampil sebagai pahlawan yang berpikir cepat saat terdesak dalam satu misi berbahaya.

Untuk misinya ini, Jyn dibantu oleh tim yang solid, dari mulai Captain Cassian Andor (Diego Luna), biksu buta Chirrut Imwe (Donnie Yen) dan rekannya Baze (Jiang wen), serta Bodhi Rook, sang pilot (Riz Ahmed). Bersamanya juga ikut serta robot K-2SO (diisi suara Alan Tudyk) yang di setiap kemunculannya memberi angin segar dan menghibur.

Pengalaman sinematik

Tak jauh beda dari seri Star Wars sebelumnya, Rogue One memukau dari alur cerita, akting para pemeran, musik pengiring, sinematografi, hingga yang utama adalah segi efek visual yang memanjakan mata. Semuanya mampu membuat penonton larut terbawa ke dalam petualangan tokoh utama di sepanjang film.

Diawali dengan penggambaran Galaksi yang luas, Rogue One berpindah ke Planet Lah’mu dengan perkebunan dan gunung-gunung di sekelilingnya. Lanskap indah planet hijau dan pemandangan langit luas beradu dengan kapal-kapal luar angkasa yang canggih dan megah, serta mengagumkan.

John Knoll dan Jason McGatlin sebagai supervisor efek visual, dan Greig Fraser sebagai sinematografer dapat dikatakan berhasil memberi pengalaman sinematik yang mengesankan. Mereka seolah tidak akan membuat penonton menjadi bosan meski di beberapa adegan, penulis naskah Chris Weitz dan Tony Gilroy terdengar agak terlalu teknis memberi penjelasan.

Di luar itu, musik pengiring yang dibuat komposer Michael Giacchino melengkapi nuansa dan tempo cerita yang naik turun dengan baik. Pengalaman menonton menjadi lebih berkesan karenanya.

'Rogue One: A Star Wars Story': Suguhan Pengalaman SinematikRogue One: A Star Wars Story menghadirkan pengalaman sinematik mengesankan lewat gambar-gambar indah. (Foto: Screenshoot via Youtube/Star Wars)

Eksplorasi karakter baru

Memahami film Rogue One: A Star Wars Story tidak bisa dilepaskan dari gagasan awal kenapa film ini dibuat.

George Lucas, penggagas Star Wars suatu kali ingin melanjutkan kisah Star Wars Saga, akan tetapi lepas dari seri I hingga VII yang sudah ada. Ia bisa berdiri sendiri dan bisa juga terkait tapi tidak melanjutkan kisah yang ada.

Kathleen Kennedy, Presiden Lucasfilm dan produser Star Wars menanggapinya dengan membuat kisah yang lepas dari keluarga Skywalker. Sebuah film lepas yang mengambil latar waktu secara acak, dan mengeksplorasi karakter baru dan genre berbeda.

Inilah yang kemudian melahirkan sosok Jyn Erso. Ia bukanlah Luke atau Rey, tapi sosok lain yang memiliki kisah dan petualangan berbeda, tapi tak kalah seru dan menegangkannya.

Untuk menjadikannya melekat dan memuaskan penggemar Star Wars, ada satu adegan yang menjadi penunjuk di bagian mana Jyn Erso berada di cerita di galaksi nan jauh ini.

'Rogue One: A Star Wars Story': Hadirkan Pengalaman SinematikJyn Erso dalam salah satu adegan di film ‘Rogue One: A Star Wars Story.’ (Foto: Screenshoot via Youtube/Star Wars)

John Knoll, Chief Creative Officer dan yang bertanggung jawab akan efek visual film ini menjadi pencetus Rogue One.

Idenya hadir dari Episode IV, A New Hope yang mengisahkan tentang mata-mata Rebel, yang berhasil mencuri rencana pembuatan senjata Death Star. Dalam kisahnya, Princess Leia bergegas pulang menggunakan Starship miliknya, di mana ia menjaga rencana Death Star yang sudah dicuri dari Empire, dan akhirnya berhasil menyelamatkan bangsanya dan mengembalikan kebebasan di Galaksi.

Dari kisah itu lah, ia membayangkan anggota Rebel yang mencuri rencana Death Star itu, dan bagaimana mereka mengatur pencurian rencana rahasia Death Star.

Jyn Erso dalam Rogue One: A Star Wars Story menjadi kisah lepas dengan karakter baru pertama dari seri Antologi Star Wars yang direncanakan Lucasfilm dan Walt Disney. Selain ia, dua studio film besar ini sedang merencanakan film lepas prekuel tentang Han Solo dan Boba Fett.

Film Rogue One: A Star Wars Story tayang di bioskop mulai 14 Desember 2016. (rah)