Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots
You are here:  / Olahraga / Tersingkir dari Piala Eropa, reaksi eks pemain Inggris: “Memalukan”

Tersingkir dari Piala Eropa, reaksi eks pemain Inggris: “Memalukan”

tim InggrisImage copyright Getty
Image caption Inggristersingkir secara memalukan dari Tim Islandia yang bahkan tak memiliki kompetisi liga.

Para mantan pemain timnas Inggris menyebut kekalahan tim Inggris dari Islandia sebagai hal yang sangat memalukan, yang terjadi karena manajer Roy Hodgson masih ‘mereka-reka sistem dan pemain’ dari waktu ke waktu.

Mantan kapten tim nasional Inggris Alan Shearer menyebut kekalahan Inggris di tangan Islandia di Piala Eropa 2016 merupakan “permainan terburuk” tim nasional.

Shearer, yang tampil 63 kali bersama timnas, mengatakan kepada BBC Match of the Day bahwa Inggris tampil “dengan taktik tidak layak”, sementara Rio Ferdinand, mantan kapten Inggris lain mengatakan, penampilan Inggris “memalukan”.

Mereka juga sangat pedas mengecam para pemain belakang Inggris, terutama Kyle Walker, untuk gol pertama Islandia yang dicetak oleh Ragnar Sigurdsson dari lemparan ke dalam jarak jauh.

“Permainan terburuk yang pernah saya lihat dari tim Inggris. Sepanjang sejarah. Taktiknya tidak kompeten,” kata Shearer.

“Kita kalah dalam daya juang, kalah dalam ide permainan, kalah dalam pertarungan. Benar-benar permainan 90 menit yang tanpa harapan.”

“Setelah tiga pertandingan grup saya sudah menatakan bahwa bahwa penampilan Inggris tidak cukup baik.

“Kelihatannya (pelatih timnas) Roy (Hodgson) mereka-reka langkahnya dari waktu ke waktu.

Image copyright Getty
Image caption Banyak pemain yang dianggap tak pantas dipanggil karena beluum bugar sesudah cedera.

“Bagaimana dia bisa memilih gelandang Arsenal Jack Wilshere (yang didera cedera)? Banyak pemain yang tak pantas berada talam tim Inggris di Piala Eropa 2016. Sayap Manchester City Raheem Sterling belum tampil baik. Kita bisa terus melanjutkan daftarnya. Kemudian striker Tottenham Harry Kane ditugaskan mengambil tendangan sudut. Daftar (kesalahan taktis) ini tak akan ada habisnya.

“Sangat keliru bahwa di pertandingan keempat kita masih mencari-cari sistem terbaik dan pemain paling cocok. Daniel Sturridge tak ingin bermain di sayap kanan. Dia seorang striker. Kita harus memilih pemain yang sedang bagus penampilannya.”

“Para pemain kita takluk malam ini. Semua bermain di bawah tekanan, mereka takluk, dan manajer takluk.”

Shearer mempertanyakan, mengapa dalam keadaan tertinggal dan Ingris tampil penuh kemandekan, striker remaja Manchester United Marcus Rashford hanya ditampilkan di empat menit terakhir.

Nyatanya, “Yang dia (Rashford) sumbangkan dalam pertandingan itu lebih dari pemain lain (yang tampil jauh lebih lama).”

“Kita dibutakan oleh Liga Primer. Kita pikir itu liga terbaik di dunia dengan bakat-bakat terbaik. Padahal bukan. Kita benar-benar bergantung pada pemain dan manajer asing. Kita tidak sebagus yang kuta kira.”

Image copyright PA
Image caption Roy Hodgson dituding memainkan pemain di posisi-posisi yang tidak tepat.

Sementara bekas kapten timnas dan Manchester United, Rio Ferdinand mengatakan, “Itu kekalahan yang sangat memalukan.”

“Kalau tampil dalam suatu turnamen tanpa tahu pasti formasi terbaik tim, akan menjadi bencana.”

“Selain itu, tim tak memiliki falsafah. Melawan Islandia, tak ada permainan, tak ada kecerdikan, tak ada kreativitas.

“Sebelumnya saya sungguh berharap. Mereka lolos kualifikasi dengan sangat mudah, menang 10 kali dalam 10 pertandingan. Saya memang tak menmbayangkan mereka menjuarai Piala Eropa ini, tapi dengan para pemain muda itu, akan muncul permainan yang hidup. Tetapi ternyata tidak.”