Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots
You are here:  / Majalah / Warga UAE ditahan di AS karena mengenakan jubah dan sorban

Warga UAE ditahan di AS karena mengenakan jubah dan sorban

Image copyright WEWS Channel 5
Image caption “Mereka bersikap brutal terhadap saya,” kata Menhali kepada surat kabar terbitan UAE, The National.

Pemerintah Uni Arab Emirat menghimbau warganya agar tidak mengenakan busana tradisionall di luar negeri setelah seorang warga negara itu ditahan di AS saat mengenakan jubah dan sorban.

Himbauan itu diberikan beberapa hari setelah seorang pebisnis UAE ditangkap di sebuah hotel di Avon, Ohio, saat mengenakan jubah tradisional dan sorban.

Pebisnis bernama Ahmed al-Menhali sempat ditahan karena diduga menyatakan kesetiaan kepada kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, demikian menurut laporan media setempat.

Kementerian dalam negeri UAE mengeluarkan himbauan pada Sabtu (02/07) agar warganya berhati-hati mengenakan busana tradisional saat berada di luar negeri.

Warga UAE diminta tidak mengenakan busana tradisional demi “mengantipasi keselamatan mereka”, kata kementerian tersebut, tanpa menyebut kasus penahanan pria UEA di Ohio, AS.

Setia kepada ISIS?

Media WEWS di Ohio melaporkan bahwa kepolisian telah menerima panggilan dari keluarga salah-seorang karyawan hotel tersebut yang mengatakan ada seorang pria “dengan penutup kepala yang menyatakan setia ISIS melalui telepon genggamnya.”

Tayangan video itu kemudian memperlihatkan seorang anggota polisi bersenjata mendekatinya di luar hotel dan memaksa dirinya untuk berbaring di lantai.

Menhali, yang mengenakan jubah putih dan penutup kepala sorban, berulangkali bertanya kenapa dirinya diperlakukan seperti itu.

Video penahanan Menhali, yang difilmkan oleh polisi, kemudian diterbitkan oleh media WEWS pada Jumat (01/07) lalu.

“Mereka bersikap brutal terhadap saya,” kata Menhali kepada surat kabar terbitan UAE, The National.

“Mereka mendorong punggung saya. Saya mengalami luka dan berdarah akibat tindakan mereka,” ungkapnya.

Wali kota dan kepala kepolisian Avon telah meminta maaf kepada Menhali, yang berada di kota itu untuk mengikuti perawatan setelah terserang stroke.

Setelah menemui Menhali, pemimpin komunitas Muslim di kota itu mengundang pejabat setempat untuk berbuka puasa bersama.